Mata harus jeli melihat Daun Sepang ini, karena hidupnya tumbuh liar di hutan diantara tumbuhan lainnya. Umumnya memang tumbuh di area yang dingin (tidak langsung terkena sinar matahari), karena lokasi pencariannya kategori hutan rimbun, pohon kayu besar masih banyak.
Daun “sepang” kami menyebutnya dengan bahasa Dayak Ngaju. Memasaknya cukup dengan direbus bening. Rasanya manis, lebih manis dari sayur bayam.
Selain di Desa Tanjung Jariangau dan sekitar, saya masih belum menemukan adanya daun ini, baik di hutan ataupun di jual di pasar tradisional.
Tinggalkan komentar: